Pesiraman Dalem Pingit Sebatu

Ketenangan dan Kesucian

Tentang Pesiraman Dalem Pingit Sebatu

Pesiraman Dalem Pingit adalah salah satu tempat melukat yang ada di Bali. Pura ini terletak di Desa Sebatu, Tegalalang, Gianyar. Jika Anda datang dari Ubud, Anda akan melewati objek wisata Ceking Rice Terrace, dari sini menuju pura ini sekitar 5.4 km. Umat Hindu yang ingin melukat atau “membersihkan diri” dengan air suci di sini tidak dikenakan biaya, hanya tarif parkir saja. Namun, wisatawan domestik dan internasional dikenakan tarif Rp 10.000 saja. Melukat di Pesiraman Dalem Pingit diyakini dapat menghilangkan pengaruh ilmu hitam.

Sejarah

Pesiraman Dalem Pingit Sebatu pertama kali ditemui wisatawan asing pada tanggal 19 November 2007. Mereka sedang menikmati keindahan alam Desa Sebatu ketika tiba di sebuah air terjun yang tidak terlalu tinggi dengan aliran air yang jernih. Wisatawan tersebut memutuskan untuk mandi di sana, namun air yang mengguyur tubuhnya berubah menjadi keruh. Ketakutan, ia segera meninggalkan tempat tersebut. Berita kejadian ini kemudian menyebar dan menarik perhatian masyarakat.

Setelah mendengar berita tersebut, para tetua desa adat Sebatu segera mengadakan pertemuan untuk membahas dan mencari tahu penyebab kejadian itu. Pada tanggal 24 November 2007, bertepatan dengan rahina Tumpek Landep, mereka melakukan upacara khusus di air terjun tersebut. Melalui upacara ini, mereka mengetahui bahwa Dewi Uma dan Dewi Gangga berstana di air terjun itu. Sejak kejadian itu, mereka mendirikan pelinggih-pelinggih di sekitar air terjun.

Tata Cara Melukat

Sarana:

  • Pejati
  • Kwangen
  • Canang sari

Jika Anda tidak membawa sarana-sarana ini, Anda dapat membelinya di warung sekitar pura.

Tata Cara Melukat

  • Haturkan canang di palinggih pertama yang terletak agak jauh dari tempat melukat. Di sini terdapat tiga pancoran untuk membasuh wajah sebelum Anda melanjutkan penglukatan.
  • Setelah itu, haturkan canang pada palinggih berupa arca di setiap tangga sepanjang sekitar 230 anak tangga.
  • Lakukan persembahyangan di palinggih Pura Dalem Pingit dan Pura Kusti yang berada di atas tempat penglukatan dengan menghaturkan pejati dan kwangen.
  • Setelah sembahyang, bawa kwangen yang berisi uang kepeng ke lokasi melukat.
  • Di area penglukatan, haturkan canang di pelinggih depan dan samping air terjun. Kemudian, lanjutkan penglukatan dengan meletakkan kwangen di dahi atau ubun-ubun, menghadap ke air, dan guyur diri mulai dari kepala. Setelah kepala basah, lepaskan kwangen agar hanyut bersama air.
  • Setelah melukat, sembahyang sekali lagi di palinggih dekat pasiraman.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda akan menjalani proses melukat dengan tata cara yang benar.

 
Scroll to Top